Kontekstualisasi Jilb?b dan Khim?r Perspektif Hermeneutika Gadamer
Abstract
Abstrak
Diskusi tentang penggunaan ideal jilbab, hijab, ataupun kerudung, masih menuai banyak perdebatan di masyarakat. Bahkan perempuan kerap menjadi korban perundungan dan diskriminasi, baik yang sudah mengenakan jilbab ataupun tidak mengenakannya. Bagaimana sebenarnya makna jilbab dan khim?r yang terkadung di dalam al-Quran menjadi satu pertanyaan menarik. Artikel ini mendiskusikan aplikasi hermeneutika Gadamerian terhadap al-Quran yang dipadukan dengan teori klasik ul?m al-Qur?n. Artikel ini menganalisis bagaimana penerapan dialog antara teks dengan penafsir (fusions of horizons) dari Gadamer pada ayat tentang jilb?b (Q.S. al-Ahz?b[33]: 59) dan khim?r (Q.S. an-N?r[24]: 31). Tujuannya untuk mengetahui bagaimana meaningfulsense (makna terdalam) dari jilb?b dan khim?r. Penulis menggunakan studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif analitis sebagai langkah metodisnya dengan mengacu sumber primernya adalah al-Quran dan buku teori-teori Gadamer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna terdalam jilb?b dan khim?r adalah tindakan protektif-preventif dan perlindungan terhadap martabat perempuan. Mengenai bentuk jilb?b dan khim?r yang menuai perdebatan, adalah produk budaya yang disesuaikan dengan nilai kesopanan dan dilandasi keimanan. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya untuk mengambil pendapat yang keluar dari perdebatan.







