Jurnal I TIBAR
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar
<p><strong><img src="/public/site/images/ahmadabdulqiso/cover_issue_7_en_US.jpg" width="115" height="157"></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal I'tibar: <em>Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini</em></strong> adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Islam Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-ittifaqiah (IAIQI) Indralaya. Adapun Focus dan Scope kajian dalam jurnal ini adalah tentang Pendidikan Islam Anak Usia Dini.</p>Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dinien-USJurnal I TIBAR2549-3965Upaya Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Bermain Aquarium
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/863
Arsy
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-319029210410.53649/itibar.v9i02.863PENTINGNYA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PAUD DALAM MENDORONG PEMBELAJARAN AKTIF DAN BERMAKNA
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/915
<p><em>Education is essential for producing high-caliber people, and the Merdeka Curriculum is being used in Indonesia to raise educational standards, especially in the early childhood education (PAUD) sector. The purpose of this study is to examine how the Merdeka Curriculum is being implemented at PAUD and how it affects meaningful learning. Library research is the methodology, and both deductive and inductive methods are employed to analyze the qualitative data. The findings demonstrate that, in line with children's developmental stages, the Merdeka Curriculum at PAUD places a strong emphasis on experience-based learning strategies and active learning, including learning via play. Through techniques like project-based learning and utilizing the surrounding environment, this teaching methodology also encourages creativity and independence. The perceptual gap between parents and teachers, as well as teachers' limited comprehension and proficiency in implementing more contextual learning strategies, are obstacles, too. To create a learning environment that fosters children's optimal growth, parents, school principals, and instructors must work together. To sum up, the Merdeka Curriculum can produce meaningful learning, but in order to overcome current obstacles, comprehension and competency must be improved. </em></p> <p><strong><em>Keyword </em></strong><em>: Curriculum, Independence, Learning, PAUD</em></p>dia puspitaNovita Loka
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-3190210511510.53649/itibar.v9i02.915PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/917
<p><em>Early childhood education (ECE) plays a crucial role in the holistic development of children, encompassing cognitive, social, emotional, and physical aspects. This study aims to explore the implementation of authentic assessment to enhance the development of early childhood at </em><em>RA Al-Furqon</em><em>. The method used is qualitative descriptive, with data collection through observation, interviews, and documentation. The results show that authentic assessment improves children's social skills, creativity, and cognitive abilities. Additionally, this assessment also boosts children's motivation and confidence in learning. However, challenges such as time constraints and the need for teacher training must be addressed to maximize the effectiveness of this assessment. This research is expected to contribute to designing assessment systems that better align with the developmental characteristics of young children.</em></p>winta windiraNovita Loka
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-3190211613010.53649/itibar.v9i02.917STIMULASI DAYA INGAT DAN FOKUS ANAK PADA MASA EMAS DI TK TELAGA HIKMAH
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/925
<p><em>The golden age of early childhood is a critical period for the development of memory and focus, which play a vital role in children's cognitive abilities. This study explores strategies for stimulating memory and focus at Telaga Alhikmah Kindergarten using a comprehensive approach. The research employed qualitative methods with a field research approach, involving observations, in-depth interviews, and document analysis with the principal, teachers, students, and parents. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, with triangulation ensuring data validity. The findings indicate that various stimulation methods, such as educational games, audiovisual media, mindfulness techniques, and memory games, are highly effective in enhancing children's memory and focus. Differentiated and personalized stimulation approaches proved optimal in meeting the unique characteristics of each child. This study highlights the importance of collaboration among teachers, parents, and educational institutions in creating an environment that supports comprehensive cognitive development in children</em></p>Riska AprilianiNovita Loka
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-3190213114010.53649/itibar.v9i02.925meningkatkan kecerdasan kognitif anak usia 5-6 tahun melalui balok angka di tk al-ghifari
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/1201
<p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan kemampuan menghitung anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Al-Ghifari Muaro Jambi yang beralamat di Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Dengan jumlah peserta didik di TK Al-Ghifari sebanyak 13 anak, 7 laki-laki dan 6 perempuan pada kelas B1. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan dari metode Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu untuk dapat meningkatkan kualitas dan hasil belajar anak secara praktis. Metode Tindakan Kelas (PTK) ini hanya berfokus pada pembelajaran anak di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menghitung anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Al-Ghifari dapat meningkat dengan menggunakan alat permainan edukatif balok angka. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan menghitung dengan cara yang kreatif, inovatif dan beragam seperti balok angka tersebut, dapat meningkatan perkembangan menghitung anak usia 5-6 tahun.</p> <p><em>Kata kunci: Edukasi anak, Alat permainan edukatif, Balok angka</em></p> <p><em> </em></p> <p><em> </em></p>ngasilah sila
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-31902141148MENINGKATKAN PERKEMBANGAN NILAI AGAMA DAN MORAL PADA ANAK USIA DINI DI JAMBI DAYCARE CENTER
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/1202
<p>ABSTRAK</p> <p>Perkembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk pribadi yang berkarakter sejak awal kehidupan. Masa usia dini dikenal sebagai masa emas (golden age), di mana seluruh aspek perkembangan, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik, berkembang secara pesat dan signifikan. Oleh karena itu, penanaman nilai agama dan moral pada tahap ini sangat menentukan arah perilaku anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan berbagai strategi dan pendekatan yang dilakukan oleh Jambi Daycare Center dalam meningkatkan nilai agama dan moral anak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan yang dilaksanakan secara rutin di Jambi Daycare Center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga tersebut berhasil menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan spiritualitas melalui berbagai kegiatan pembiasaan, cerita teladan, dan kerja sama antara guru dengan orang tua. Peran pendidik sebagai teladan, suasana belajar yang mendukung, serta keterlibatan aktif keluarga merupakan faktor kunci dalam menginternalisasi nilai-nilai agama dan moral dalam kehidupan anak sehari-hari. Dengan adanya pendekatan yang terstruktur dan konsisten, pendidikan karakter berbasis agama dan moral terbukti dapat berkembang secara optimal sejak usia dini.</p> <p>Kata Kunci: Anak usia dini, nilai agama, nilai moral, daycare, pendidikan karakter, Jambi</p> <p> </p>mutiara rengganis
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-3190214915910.53649/itibar.v9i02.1202PERAN LINGKUNGAN DALAM MENDORONG PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/1204
<p>Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempunyai daya ungkit cukup besar bagi perkembangan bahasa anak. Sebab dengan lingkungan maka ia dapat meneruskan rutinitasnya dengan baik tanpa kesulitan dalam berinteraksi. Stimulus yang diperoleh anak melalui lingkungan sekitar berpengaruh terhadap perkembangan bahasa anak. Stimulus yang diterima secara lambat akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Stimulus dari orang terdekatnya akan ia proses sendiri oleh anak sehingga menjadikan anak tersebut matang dalam pola pikir, pola pikir, dan pola tutur. Peran orang tua yang begitu penting menuntut orang tua untuk cermat dan teliti dalam mengajarkan anaknya. Orang tua perlu memahami tahapan perkembangan bahasa pada anak agar dapat memberikan stimulus pada tahap perkembangan yang sesuai dengan usianya. Perkembangan bahasa merupakan salah satu indikator perkembangan kognitif seorang anak, hal ini berkaitan dengan keberhasilan atau keterlambatannya dalam berpikir dan berkomunikasi di lingkungannya. Seorang anak yang dikatakan lambat dalam berbicara dapat mempengaruhi kemampuan hubungannya dalam pergaulan sehari-hari baik secara langsung maupun lingkungan sosialnya, hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam belajar, bersosialisasi dan kegiatan bekerja lainnya ketika dewasa nanti. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak antara lain: (1) perkembangan otak dan kecerdasan, (2) jenis kelamin, (3) kondisi fisik, (4) lingkungan keluarga, (5) kondisi ekonomi, (6) lingkungan sosial/budaya daerah, (7) kedwibahasaan (2 bahasa).</p> <p>Kata Kunci: Peran Lingkungan, Perkembangan Anak</p>muhammad vandino
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-3190216017510.53649/itibar.v9i02.1204Meningkatkan kemampuan literasi anak usia 5 -6 Tahun menggunakan alat permainan edukatif kotak pintar di taman kanak -kanak kemala bhayangkari 30 kota jambi
https://ejournal.iaiqi.ac.id/index.php/itibar/article/view/1203
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p> </p> <p> </p> <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan kemampuan literasi anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 30 Kota Jambi yang beralamat di jl.bangau I,Kelurahan Tambak Sari,Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi dengan Jumlah peserta didik di TK kemala bhayangkari adalah 15 anak, 7 laki-laki dan 8 perempuan pada kelas B 1. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa perkembangan kemampuan literasi anak belum berkembang dengan baik. Metode penelitian yang digunakan didalam penelitian ini adalah PTK, tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah untuk untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar secara praktis. Penelitian tindakan kelas berfokus pada kelas atau pada proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak kemala bhayangkari 30 Kota Jambi meningkat menggunakan alat permainan edukatif kotak pintar, hal ini dibuktikan dengan akhir siklus II tindakan III bahwa tidak ada anak yang BB (Belum Berkembang), tidak ada anak anak yang MB (Mulai Berkembang), anak yang BSH (Berkembang Sesuai Harapan) ada 20%, anak yang BSB (Berkembang Sangat Baik) ada 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi yang beragam khususnya penggunaan alat permainan edukatif kotak pintar dengan dapat meningkatkan kemampuan literasi yang dibuktikan dengan peningkatan perkembangan pada siklus I, kemudian mengalami peningkatan yang lebih signifikan lagi pada siklus II.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> Alat Permainan Edukatif; Kotak pinar; Kemampuan Literasi</p>Reny Nurhayani
Copyright (c) 2025 Jurnal I TIBAR
2025-12-312025-12-3190217619610.53649/itibar.v9i02.1203